Yuk Ketahui Apa Saja Peraturan Baru di SBMPTN 2019!

SBMPTN atau Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri tahun 2019 banyak mengalami perubahan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti), menyebutkan bahwa terdapat sejumlah ketentuan baru mengenai sistem tes untuk calon mahasiswa yang ingin mendaftar ke perguruan tinggi negeri sebagai bentuk upaya peningkatan pendidikan itu sendiri dengan melihat potensi dari calon mahasiswanya. Berikut adalah ketentuan baru mengenai SBMPTN tahun 2019.

  1. Institusi LTMPT

Mulai tahun 2019 SBMPTN akan diselenggarakan oleh institusi bernama Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Lembaga ini kan mengelola data mahasiswa baru untuk dijadikan bahan seleksi jalur SNMPTN dan SBMPTN.

 

  1. Siswa Mengikuti Tes Terlebih Dahulu

Calon mahasiswa diwajibkan mengikuti tes terlebih dahulu lalu kemudian akan mendapat nilai untuk bisa mendaftar ke perguruan tinggi. Dengan begitu kamu dapat mengetahui nilai dan dapat mempertimbangkan dalam memilih perguruan tinggi beserta jurusan yang diinginkan.

 

BACA JUGA:  Inilah Tata Tertib SBMPTN 2018

 

  1. Metode Tes

Dengan dihapusnya metode tes berbasis cetak (UTBC) berarti pelaksanaan SBMPTN 2019 hanya menggunakan metode berbasis komputer (UTBK). Selain itu pola seleksi tetap menggunakan dua materi tes, yaitu Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA), yaitu Ujian Sains dan Teknologi (Saintek) dan Sosial dan Humaniora (Soshum).

  1. Dapat mengikuti lebih dari satu kali

Siswa dapat mengikutinya maksimal 2 kali dengan biaya pendaftaran untuk satu kali tesnya sebesar Rp200.000. Siswa dapat menggunakan nilai yang lebih tinggi untuk mendaftar ke perguruan tinggi negeri.

 

  1. UTBK akan diselenggarakan 24 kali

UTBK akan dilaksanakan 24 kali dalam setahun, tes dilakukan sekitar bulan Maret hingga April setiap hari Sabtu dan Minggu setiap pekannya. Oleh karena itu, calon mahasiswa memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan tes.

 

  1. Penggunaan Soal HOTS

Penggunaan soal HOTS (High Order Thinking Skill) atau soal dengan kemampuan analisa tinggi sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 2018 dalam Ujian Nasional. Tetapi mulai tahun 2019 SBMPTN juga akan menggunakan model soal HOTS. Alasan penggunaan soal jenis ini menurut Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) karena kemampuan calon mahasiswa untuk menganalisa adalah hal yang penting dalam proses belajar di perguruan tinggi nanti bahkan sangat diperlukan saat mereka lulus dan bekerja.

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.