8 Gaya Belajar Generasi Z

Generasi yang akan segera mendominasi populasi dunia, yaitu generasi Z. Mungkin Kamu yang membaca artikel ini juga termasuk ke dalam generasi ini. Generasi Z merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut orang-orang yang lahir pada tahun 2000 ke atas. Dalam hal belajar, generasi Z tentu memiliki gaya belajar yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Berikut ini adalah beberapa gaya belajar generasi Z.

Menyukai metode belajar learning by doing.

Generasi Z lebih menyukai metode belajar learning by doing. Bereksperimen atau melakukan praktik lebih disukai dibanding duduk di kelas saja. Oleh karena itu, guru-guru harus semakin kreatif dalam mengajar.

Membutuhkan tujuan yang jelas di awal pelajaran dan feedback yang cepat.

Sebelum belajar, generasi Z harus mengetahui apa saja topik yang akan ia pelajari dan hasil seperti apa yang diharapkan dari aktivitas belajar tersebut.

Membutuhkan tutor yang memposisikan diri sebagai sahabat.

Generasi Z lebih suka dan mampu belajar dengan baik apabila guru dapat memposisikan diri sebagai sahabat mereka, mengajar dengan pendekatan personal, tidak terlalu menggurui dan tidak bersikap terlalu galak sehingga memberi kesan menakutkan.

Fokus pada pembelajaran audio

Bagi generasi Z, bagian dari otak yang bertanggung jawab untuk kemampuan audio visual jauh lebih berkembang sehingga perlu membuat audio dan bentuk-bentuk visual pembelajaran yang lebih menarik dan efektif serta menyenangkan.

Belajar melalui gadget.

Perangkat teknologi seperti smartphone merupakan alat yang sering dipakai generasi Z dalam mendukung dalam proses belajar. Durasi akses rata-rata bisa mencapai 15,4 jam per minggu. Melalui smartphone, mereka tidak terpaku dengan buku teks saja sehingga mereka dapat mencari informasi lebih luas yang dapat meningkatkan proses belajarnya.

Belajar sebagai permainan.

Perlakuan belajar sebagai permainan akan lebih menyenangkan dan efektif. Permainan ini akan memotivasi diri mereka untuk terus mendorong ke arah penguasaan yang lebih besar dari materi pelajaran.

Lebih berpikir kritis.

Generasi Z lebih cenderung fokus pada berpikir kritis untuk dapat memecahkan suatu masalah daripada menghafal informasi. Oleh karena itu, dalam proses belajar mereka lebih suka dan lebih mudah mengerti terhadap penerapan konsep yang konkret dibandingkan disuruh untuk menghafal rumus-rumus.

Multitasking.

Generasi Z termasuk generasi yang multitasking, yaitu mereka bisa mengerjakan beragam tugas dalam satu waktu. Jangan heran jika seseorang dari generasi Z bisa mempelajari banyak hal sekaligus. Mereka mampu menggunakan lima media berbeda secara bersamaan dalam satu waktu. Dengan hal ini mereka cenderung memiliki tingkat kreativitas yang tinggi.

 

Demikian beberapa gaya belajar yang sering dipraktikkan generasi Z. Semoga bisa bermanfaat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.